GLOBAL WORMING
Kalo kita melihat berita di TV akhir-akhir ini, maka kita akan sering melihat berita banjir yang sedang di alami ibukota Negara kita tercinta Jakarta. Apakah yang sebenarnya sedang terjadi dengan ibu pertiwi kita ini?. Apakah ini murni karena fenomena alam biasa?. Kalo kita lihat banjir kali ini cukup aneh karena bisanya seperti tahun lalu banjir yang terjadi dikarenakan hujan yang terus menerus mengguyur Jakarta sehingga terjadi banjir, tapi kali ini tidak, Menurut para ahli, ini merupakan dampak dari Global Worming yaitu Pemanasan Global yang menyebabkan mencairnya gunung es di kutup selatan dan menyebabkan permukaan air laut menjadi naik, sehingga sebagian daratan menjadi lebih rendah dari permukaan air laut yang menyebabkan banjir dimana-mana. Kalo ini terus berlanjut (Global Warming) di prediksikan Jakarta akan tenggelam pada tahun 2030 nanti. Apakah ini yang kita inginkan? Berapa banyak lagi korban yang akan menderita? Dan bagaimana sebenarnya mencegah ini terjadi ?. tentu kita harus mulai dari diri kita sendiri, dan dengan menjaga keseimbangan alam tentunya.Keseimbangan alam adalah tanggung jawab kita bersama dan keseimbangan alam hanya akan tercapai jika kita memiliki kepedulian terhadap keseimbangan alam kita ini. Di kejadian 1, Tuhan memberi kita mandat untuk memelihara dan dengan bijak mengelola semua sumber daya alam yang disediakanNya, artinya kita harus menjaga keseimbangan alam. Terganggunya keseimbangan alam akan menyebabkan bencana seperti tanah longsor, banjir, kekeringan, dll. Banjir tentu sangat mempengaruhi produktivitas masyarakat mau ngapain aja susah. Susah kerja, sulit sekolah, kesulitan air bersih, dan terserang berbagai macam penyakit. keegoisan orang-orang yang mengeruk seluruh kekayaan hutan, tanpa pernah peduli pada reboisasi dan mengabaikan prinsip tebang pilih, ketidak pedulian orang yang membuang sampah secara sembarangan bahkan membuang sampah kekali, pembangunan gedung-gedung berkaca; tidak menyediakan tanah untuk resapan air juga adalah penyebab ketidakseimbangan alam. “STOP GLOBAL WARMING” bangkitkan kepedulian terhadap keseimbangan dan kelestarian alam, kerena masa depan anak cucu kita tergantung pada baik buruknya pengelolaan kita
Beberapa efek dari pemanasan global adalah:
Perubahan cuaca yang tidak menentu. Ingat kan dulu kalau jaman-jaman SD bulan agustus udah masuk musim hujan selama 6 bulan. Sekarang??? Musim panas kadang lebih panjang juga musim hujan kadang lebih panjang atau pendek. Bahkan di daerah subtropis musim saljunya lebih pendek. Salju-salju di puncak gunung tropis seperti di gunung Jayawijaya juga sudah mulai mencair.
Naiknya permukaan laut dan berkurangnya daerah dataran. Hal ini akibat mencairnya salju abadi di kutub utara dan selatan (tiga gambar diatas tuh kayaknya mewakili). Akibatnya ya banjir badang, badai, dan berkurang daerah pantai. Juga terancamnya populasi beruang kutub.
Populasi manusia akan terancam. Ya iyalah bo (lah kok jadi logat penghuni taman lawang) kalau salju abadi di dua kutub bumi mencair apa kita gak tenggelam ramai-ramai tuh kayak jaman nabi Nuh.
Selasa, 05 Januari 2010
globar warming
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer,laut,dan daratan Bumi.Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Langganan:
Postingan (Atom)